Majelis Hakim Tidak Terima Adili Kasus Penjebakan Narkotika


Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Muaro, Sumatera Barat (Sumbar) tidak menerima kasus undercover buy terhadap Surya Wijaya (41). Alhasil warga Sungai Rumbai itu terlepas dari tuntutan 5 tahun penjara.

Kasus bermula saat Polres Dharmasraya melakukan operasi penyamaran berpura-pura menjadi pembeli (undercover buy) di kasus narkotika. Dalam hal ini ditugaskan Bripka Rion Saputra yang akan menjebak Surya Wijaya. Turut serta ikut dalam operasi itu informan polisi atau biasa dipanggil dengan istilah 'cepu'.

Rion lalu menyaru sebagai sopir travel dan berkenalanlah Rion dengan Surya. Lantas keduanya sepakat melakukan transaksi jual beli narkotika. Setelah itu Rion kembali lagi ke markas dan memberitahu apa yang didapat dan melakukan penangkapan terhadap Rion.

Tidak berapa lama, Rion menerima SMS dari Surya dan meminta Rion datang ke rumahnya untuk mengambil narkotika. Saat terjadi serah terima sabu setengah paket, Surya lalu dibekuk Rion yang dibantu rekannya, Joniter Dharma. Setelah itu, Surya lalu digelandang ke Polres Dharmasraya.

Atas kejadian itu, 'pertempuran' hukum dan argumen pun digelar di Pengadilan Negeri (PN) untuk membuktikan apakah penjebakan ala polisi tersebut bisa disahkan atau tidak. Apakah penjebakan seperti kasus di atas sudah memenuhi unsur bahwa seseorang telah bersalah menjual narkoba atau tidak.

Kepada majelis hakim, Surya mengaku dipaksa menjadi kurir narkoba karena diancam oleh Doni. Saat itu Doni meminta dicarikan sabu dan mengancam Surya. Nah, saat terjadi transaksi, Roni datang dan menangkap Surya.

"Ingat, kamu punya anak istri. Menangis kamu nanti," kata Surya menirukan ancaman Doni sebagaiaman tertuang dalam putusan PN Muaro yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Jumat (19/9/2014)

Sumber: detikNews